Asam Salisilat vs Asam Glikolat: Eksfolian Mana yang Terbaik untuk Kulit Berjerawat?
By Goodmolecules | Published: 2026-06-19
Category: Panduan Cara
Berjuang dengan jerawat? Bandingkan asam salisilat (BHA) vs asam glikolat (AHA) untuk menemukan eksfolian terbaik untuk kulit berjerawat Anda. Pelajari cara kerja masing-masing, kapan menggunakannya, dan produk mana yang memberikan hasil.
Kulit berjerawat membutuhkan keseimbangan yang hati-hati: Anda perlu eksfoliasi yang efektif untuk membersihkan pori-pori dan menghaluskan tekstur, tetapi Anda juga ingin menghindari iritasi yang dapat memperburuk jerawat. Dua bahan eksfoliasi yang paling populer — asam salisilat dan asam glikolat — sering menjadi pilihan utama dalam rutinitas perawatan jerawat, tetapi cara kerjanya sangat berbeda. Memahami perbedaan utama antara BHA (asam salisilat) dan AHA (asam glikolat) dapat membantu Anda memilih eksfoliator yang tepat untuk jenis kulit dan masalah kulit Anda.
Dalam panduan ini, kami akan menguraikan cara kerja masing-masing bahan, manfaatnya untuk kulit berjerawat, cara menggunakannya dengan aman, dan produk Good Molecules mana yang dapat membantu Anda mendapatkan kulit yang lebih bersih dan halus.
Apa itu Asam Salisilat?
Asam salisilat adalah beta hydroxy acid (BHA) yang larut dalam minyak, artinya dapat menembus jauh ke dalam pori-pori untuk melarutkan sebum berlebih, sel kulit mati, dan kotoran lain yang menyebabkan penyumbatan. Karena bergerak melalui minyak, asam ini sangat efektif untuk mengatasi komedo hitam, komedo putih, dan jerawat meradang.
Manfaat utama asam salisilat untuk kulit berjerawat:
- Pembersihan pori-pori dalam: Bahan ini memecah 'lem' yang menyatukan sel kulit mati di dalam pori-pori, sehingga sumbatan dapat dibersihkan.
- Anti-inflamasi: Asam salisilat memiliki sifat anti-inflamasi ringan yang dapat membantu menenangkan kemerahan dan pembengkakan yang terkait dengan jerawat aktif.
- Cukup lembut untuk penggunaan sehari-hari: Pada konsentrasi rendah (0,5%–2%), dapat digunakan sekali atau dua kali sehari sebagai bagian dari rutinitas yang konsisten.
Untuk kulit berjerawat, asam salisilat sering dianggap sebagai lini pertahanan pertama karena menargetkan akar penyebab jerawat — pori-pori tersumbat — secara langsung. Pilihan tepat untuk pembersihan yang terarah adalah Good Molecules Acne Foaming Cleanser 148ml, yang menggabungkan asam salisilat dengan bahan menenangkan untuk mengelupas kulit secara lembut sambil membersihkan kotoran dan minyak.
Apa itu Asam Glikolat?
Asam glikolat adalah alpha hydroxy acid (AHA) yang berasal dari tebu. Bahan ini larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit untuk mengelupas lapisan terluar sel kulit mati. Karena ukuran molekulnya yang kecil, bahan ini menembus jauh ke dalam epidermis, menjadikannya salah satu AHA paling kuat untuk memperbaiki tekstur kulit, hiperpigmentasi, dan garis halus.
Manfaat utama asam glikolat untuk kulit berjerawat:
- Eksfoliasi permukaan: Bahan ini mengangkat sel kulit mati dari permukaan, yang membantu mencegah pori-pori tersumbat dan mengurangi tampilan bekas jerawat.
- Efek mencerahkan: Asam glikolat dapat memudarkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH) dan noda hitam yang ditinggalkan oleh jerawat.
- Merangsang kolagen: Penggunaan teratur dapat meningkatkan kekencangan kulit dan mengurangi tampilan garis halus seiring waktu.
Asam glikolat sangat membantu jika masalah utama Anda adalah bekas jerawat atau tekstur kulit yang tidak merata. Namun, karena mengelupas permukaan, bahan ini dapat menyebabkan perih atau sensitivitas jika digunakan terlalu sering atau dengan konsentrasi terlalu tinggi. Untuk pendekatan yang seimbang, Anda dapat memasukkan serum asam glikolat ke dalam rutinitas malam Anda — pastikan untuk memulai secara perlahan.
BHA vs AHA: Perbedaan Utama untuk Kulit Berjerawat
| Fitur | Asam Salisilat (BHA) | Asam Glikolat (AHA) |
|---|---|---|
| Kelarutan | Larut dalam minyak | Larut dalam air |
| Tindakan utama | Membersihkan pori-pori dari dalam | Mengelupas kulit permukaan |
| Terbaik untuk | Komedo hitam, komedo putih, jerawat aktif | Bekas jerawat, tekstur kasar, garis halus |
| Jenis kulit | Berminyak, kombinasi, berjerawat | Normal, kering, rusak akibat sinar matahari, atau hiperpigmentasi |
| Potensi iritasi | Rendah hingga sedang | Sedang hingga tinggi (mulai dengan persentase lebih rendah) |
| Rentang pH | 3–4 (ideal) | 3–4 (ideal) |
| Frekuensi penggunaan | Harian bagi banyak orang | 2–3 kali per minggu pada awalnya |
Bisakah Anda Menggunakan Asam Salisilat dan Asam Glikolat Bersamaan?
Ya, tetapi dengan hati-hati. Karena keduanya adalah eksfoliator, menggunakannya bersamaan dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama untuk kulit sensitif atau berjerawat. Pendekatan paling aman adalah dengan mengganti hari: gunakan pembersih atau toner asam salisilat di pagi hari (atau malam hari), dan serum atau perawatan asam glikolat pada malam hari secara bergantian.
Misalnya, Anda dapat menggunakan Good Molecules Acne Foaming Cleanser 148ml di pagi hari untuk membersihkan pori-pori, lalu mengaplikasikan serum asam glikolat pada malam hari saat Anda tidak menggunakan eksfoliator lain. Selalu lanjutkan dengan pelembap dan tabir surya, karena kedua asam meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.
Cara Memilih Eksfoliator yang Tepat untuk Jenis Jerawat Anda
Jenis jerawat spesifik Anda harus memandu pilihan Anda:
- Komedo hitam dan komedo putih (jerawat non-inflamasi): Asam salisilat adalah pilihan terbaik Anda. Bahan ini menembus pori-pori dan melarutkan materi yang menyebabkan komedo.
- Jerawat meradang (papula dan pustula): Sifat anti-inflamasi asam salisilat dapat membantu menenangkan kemerahan sambil membersihkan pori-pori.
- Jerawat kistik atau nodular: Bentuk jerawat yang lebih dalam ini seringkali memerlukan perawatan yang diresepkan oleh dokter kulit. Eksfoliator seperti asam salisilat dan glikolat dapat membantu sebagai tambahan tetapi mungkin tidak cukup jika digunakan sendiri.
- Bekas jerawat (PIH, noda hitam): Asam glikolat sangat baik untuk memudarkan perubahan warna dan menghaluskan tekstur setelah jerawat sembuh.
Jika Anda memiliki jerawat aktif dan noda hitam, pertimbangkan strategi kombinasi. Good Molecules Blemish Scar & Discoloration Set dirancang untuk mengatasi kedua masalah tersebut dengan formula yang ditargetkan yang mencakup eksfoliator dan bahan pencerah.
Membangun Rutinitas yang Aman dengan Asam Eksfoliasi
Mulailah dari yang rendah dan lakukan secara perlahan. Jika Anda baru mengenal asam eksfoliasi, pilih satu dan gunakan 2–3 kali per minggu. Tingkatkan frekuensi secara bertahap seiring kulit Anda membangun toleransi. Selalu aplikasikan pada kulit yang bersih dan kering, lalu lanjutkan dengan pelembap yang menghidrasi dan tabir surya spektrum luas di siang hari.
Contoh rutinitas untuk kulit berjerawat menggunakan asam salisilat:
- Bersihkan dengan pembersih lembut yang tidak membuat kulit kering.
- Aplikasikan toner atau serum asam salisilat.
- Melembapkan dengan pelembap bebas minyak dan non-komedogenik.
- Di pagi hari, akhiri dengan SPF 30 atau lebih tinggi.
Untuk asam glikolat, gunakan di malam hari pada malam-malam yang bergantian. Mulailah dengan konsentrasi rendah (seperti 5%) dan tingkatkan jika diperlukan.
Pertanyaan Umum Tentang Asam Salisilat dan Glikolat untuk Jerawat
Bisakah saya menggunakan keduanya dalam rutinitas yang sama?
Sebaiknya jangan menumpuknya pada waktu yang sama. Ganti hari atau gunakan satu di pagi hari dan yang lain di malam hari, tetapi dengarkan kulit Anda — jika terasa kencang, merah, atau iritasi, kurangi frekuensinya.
Asam mana yang lebih baik untuk kulit berminyak?
Asam salisilat biasanya lebih efektif untuk kulit berminyak dan berjerawat karena mengontrol minyak dan membersihkan pori-pori. Asam glikolat juga dapat membantu, tetapi kurang ditargetkan untuk kontrol sebum.
Apakah asam eksfoliasi akan memperburuk jerawat saya pada awalnya?
Mungkin saja mengalami fase 'purging' di mana sumbatan yang ada muncul ke permukaan sebagai jerawat kecil. Ini normal dan sementara. Namun, jika Anda mengalami iritasi terus-menerus atau jerawat parah, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter kulit.
Kesimpulan: Mana yang Harus Anda Pilih?
Bagi kebanyakan orang dengan kulit berjerawat, asam salisilat adalah eksfoliator pilihan untuk jerawat aktif, sementara asam glikolat unggul untuk bekas jerawat dan perbaikan tekstur. Jika masalah utama Anda adalah pori-pori tersumbat dan komedo putih, mulailah dengan pembersih atau serum asam salisilat. Jika Anda berurusan dengan noda hitam dan tekstur kasar setelah jerawat, asam glikolat mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Dan jika Anda memiliki keduanya, rutinitas yang direncanakan dengan baik menggunakan kedua asam pada hari yang berbeda dapat memberi Anda hasil terbaik.
Siap untuk meningkatkan rutinitas perawatan jerawat Anda? Jelajahi Good Molecules Blemish Scar & Discoloration Set untuk menargetkan jerawat dan bekasnya dengan kombinasi bahan efektif yang dikurasi.



